TANDA-TANDA
BUTANYA MATA HATI
“Kegigihan
untuk mencapi sesuatu yang telah dijamin pasti bagimu dan keteledoranmu
terhadap kewajiban yang diamanatkan kepadamu menunjukkan butanya mata hatimu”
Kata
ijtihad disini mengisyaratkan bahwa mencari rizki tanpa kegigihan yang sangat
tidak akan menurunkan kedudukan ibadahmu di sisi Allah,bahkan kadang itulah
yang dicari.Adapun tanda-tanda tidak gigih dalam mencari rizki adalah Ridha
(rela) terhadap apa yang terjadi,hanya takut kepada Allah pada saat mencari
rizki dan menjaga tata krama dalam bekerja Dalam surat Thaha ayat 132,Allah SWT
berfirman yang artinya “Perintahkanlah kepada keluargamu supaya sembahyang dan
sabarlah dalam melaksanakanya,kami (Allah) tidak menuntutmu agar mencari
rizki,kami (Allah) yang menjamin rizkimu,dan akibat (kemenangan yang terakhir)
bagi orang yang bertakwa” (QS.Thaha:132)
SEMUA
DOA PASTI AKAN DI KABULKAN OLEH ALLAH SWT
“Janganlah
keterlambatan pemberian Allah kepadamu,padahal engkau telah bersungguh-sungguh
dalam berdoa menjadikan engkau telah patah harapan,sebab Allah telah menjamin
menerima semua doa sesuai apa yang dikehendaki-NYA untumu bukan menurut
kehendakmu dan pada waktu yang ditentukan-NYA bukan pada waktu yang kau tentukan”
Yang
dimaksud Ilhah (bersungguh-sungguh) adalah
berulang-ulang dalam memohon (berdo’a).Ilhah itu perlu,sebagaimana saabda Nabi
saw,yang artinya “sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang
bersungguh-sungguh dalam berdoa”
Dalam berdoa manusia terbagi menjadi 3 macam:
1.Orang yang berdoa kepada Allah dengan
pasrah,dikabulkan atau tidaknya doa tersebut diserahkan kepada Allah.Orang yang
seperti ini jika pasrahnya benar maka bisa memperoleh keridhaan Allah dan
hatinya selalu bergantung kepada Allah,baik doanya dikabulkan atau tidak,dia
tidak boleh berhenti dalam berdoa sebab lamanya pengabulan doanya atau karena
hal lain.
2.Orang yang selalu berada dalam rahmat Allah
dan percaya dengan janji Allh bahwa setiap doa passti akan dikabulkan,dia
selalu menunggu keputusan Allah.Orang seperti ini selalu menyalahkan dirinya
karena keteledorannya dan mungkin ada syarat-syarat doa yang belum terpenuhi
hingga doanya tidak (belum) dikabulkan oleh Allah.Sebab hal ini dia selau
berputus asa untuk berdoa dan hanya mengharapkan pemberian dari Allah.
3.Orang yang selalu berdiam diri dalam rahmat
Allah kearena adanya suatu pamrih,menyebutkan alasan yang menyebabkan
berdoa,dia selalu lupa dan berharap terkabulnya doa.Orang sperti ini
kadang-kadang ragu terhadap janji Allah,bingung dan akhirnya putus asa yang
tiada sebabnya.
Nabi
SAW.bersabda bahwa setiap doa pasti akan memperoleh satu diantara diantara tiga
hal yaitu:
1.Adakalanya dikabulkan di dunia sesuai dengan
permohonanya.
2.Adakalanya pahalanya diwujidkan di akhirat
kelak.
3.Adakalanya Allah menjauhkan bala’(bencana)
yang seimbang dengan permohonannya.
JIWA
DARI AMAL ADALAH IKHLAS
“Amal
perbuatan itu bagaikan patung yang tegak,dan ruh(jiwa)nya amal adalah
terdapatnya rahasia ikhlas (ketulusan) dalam amal perbuatan itu”
Amal
perbuatan manusia itu bagaikan patung (arca) yang berdiri tegak,artinya tidak
memberi manfaat apa-apa.ia bisa hidup bila diisi oleh ruh (jiwa) dari amal
tersebut yaitu sifat Ikhlas,jadi bila kita beramal dengan rasa ikhlas berarti
amal itu hidup,maksunya bisa meningkatkan dan mengembangkan imanya,bisa
menjadikanya orang yang beramal itu semakin dekat disisi Allah dan juga bisa
diterima oleh Allah.Sebaliknya bila beramal tanpa keikhlasan maka amal tersebut
tidak bisa meningkatkan keimanan dan tidak bisa mendekatkan diri kepada
Allah.Naik turunya keimanan seseorang itu ada tandanya sebagaimana yang
diisyaratkan dalam hadits Nabi SAW “Barangsiapa yang bergembira saat kebajikan
dan bersusah dalam berbuat kejelekan,maka dia adalah orang mukmin” dan juga
dalam sabda lain “sebagian tanda bagusnya Islam seseorang adalah ditinggalkanya
sesuatu yang tidak bermanfaat “
KESUKARAN
DAN KESULITAN ADALAH SIFAT DUNIA
“Jangan
heran atas terjadinya kesukaran-kesukaran selama engkau berada di dunia,sebab
ia tidak melahirkan kecuali yang layak atau asli menjadi sifatnya.”
Selama dirimu berada di dunia jangan heran
akan terjadinya sesuatu yang meyulitkan dirimu,sebab segala sesuatu yang
menyusahkan dirimu sudah menjadi sifat dunia tidak bisa lepas.
Rasulullah SAW.bersabda kepada Abdullah bin
Abbas : Jika engkau dapat beramal karena Allah dengan rela dan keyakinan,maka
laksanakanlah,jika tidak dapat maka bersabarlah.Maka sesungguhnya sabar
menghadapi kesukaran itu suatu keuntungan yang besar.
Junaid
Al-Baghdadi ra. Berkata : Aku tidak merasa keji terhadap apa yang menimpa pada
diriku,sebab saya telah berpendirian bahwa dunia ini tempat kerisauan dan
ujian,dan alam ini diliputi oleh bencana,maka sudah selayaknya ia menyambut
saya dengan kesukaran dan kerisauan,maka
apabila ia menyambut aku dengan kesenangan maka itu berarti suatu karunia dan
kelebihan.
Abdullah bin Mas’ud ra.berkata: Dunia adalah
kerisauan dan duka cita,maka apabila terdapat kesenangan di dalamnya berarti
laba dan keuntunganya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar