Risalah Al-hikam

Kamis, 27 Februari 2014

TERJEMAH SYARAH AL-HIKAM

TANDA-TANDA BUTANYA MATA HATI
“Kegigihan untuk mencapi sesuatu yang telah dijamin pasti bagimu dan keteledoranmu terhadap kewajiban yang diamanatkan kepadamu menunjukkan butanya mata hatimu”

 Kata ijtihad disini mengisyaratkan bahwa mencari rizki tanpa kegigihan yang sangat tidak akan menurunkan kedudukan ibadahmu di sisi Allah,bahkan kadang itulah yang dicari.Adapun tanda-tanda tidak gigih dalam mencari rizki adalah Ridha (rela) terhadap apa yang terjadi,hanya takut kepada Allah pada saat mencari rizki dan menjaga tata krama dalam bekerja Dalam surat Thaha ayat 132,Allah SWT berfirman yang artinya “Perintahkanlah kepada keluargamu supaya sembahyang dan sabarlah dalam melaksanakanya,kami (Allah) tidak menuntutmu agar mencari rizki,kami (Allah) yang menjamin rizkimu,dan akibat (kemenangan yang terakhir) bagi orang yang bertakwa” (QS.Thaha:132)

SEMUA DOA PASTI AKAN DI KABULKAN OLEH ALLAH SWT
“Janganlah keterlambatan pemberian Allah kepadamu,padahal engkau telah bersungguh-sungguh dalam berdoa menjadikan engkau telah patah harapan,sebab Allah telah menjamin menerima semua doa sesuai apa yang dikehendaki-NYA untumu bukan menurut kehendakmu dan pada waktu yang ditentukan-NYA bukan pada waktu yang kau tentukan”
 Yang dimaksud Ilhah (bersungguh-sungguh) adalah berulang-ulang dalam memohon (berdo’a).Ilhah itu perlu,sebagaimana saabda Nabi saw,yang artinya “sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bersungguh-sungguh dalam berdoa”
Dalam berdoa manusia terbagi menjadi 3 macam:
1.Orang yang berdoa kepada Allah dengan pasrah,dikabulkan atau tidaknya doa tersebut diserahkan kepada Allah.Orang yang seperti ini jika pasrahnya benar maka bisa memperoleh keridhaan Allah dan hatinya selalu bergantung kepada Allah,baik doanya dikabulkan atau tidak,dia tidak boleh berhenti dalam berdoa sebab lamanya pengabulan doanya atau karena hal lain.
2.Orang yang selalu berada dalam rahmat Allah dan percaya dengan janji Allh bahwa setiap doa passti akan dikabulkan,dia selalu menunggu keputusan Allah.Orang seperti ini selalu menyalahkan dirinya karena keteledorannya dan mungkin ada syarat-syarat doa yang belum terpenuhi hingga doanya tidak (belum) dikabulkan oleh Allah.Sebab hal ini dia selau berputus asa untuk berdoa dan hanya mengharapkan pemberian dari Allah.
3.Orang yang selalu berdiam diri dalam rahmat Allah kearena adanya suatu pamrih,menyebutkan alasan yang menyebabkan berdoa,dia selalu lupa dan berharap terkabulnya doa.Orang sperti ini kadang-kadang ragu terhadap janji Allah,bingung dan akhirnya putus asa yang tiada sebabnya.
 Nabi SAW.bersabda bahwa setiap doa pasti akan memperoleh satu diantara diantara tiga hal yaitu:
1.Adakalanya dikabulkan di dunia sesuai dengan permohonanya.
2.Adakalanya pahalanya diwujidkan di akhirat kelak.
3.Adakalanya Allah menjauhkan bala’(bencana) yang seimbang dengan permohonannya.

JIWA DARI AMAL ADALAH IKHLAS
“Amal perbuatan itu bagaikan patung yang tegak,dan ruh(jiwa)nya amal adalah terdapatnya rahasia ikhlas (ketulusan) dalam amal perbuatan itu”
 Amal perbuatan manusia itu bagaikan patung (arca) yang berdiri tegak,artinya tidak memberi manfaat apa-apa.ia bisa hidup bila diisi oleh ruh (jiwa) dari amal tersebut yaitu sifat Ikhlas,jadi bila kita beramal dengan rasa ikhlas berarti amal itu hidup,maksunya bisa meningkatkan dan mengembangkan imanya,bisa menjadikanya orang yang beramal itu semakin dekat disisi Allah dan juga bisa diterima oleh Allah.Sebaliknya bila beramal tanpa keikhlasan maka amal tersebut tidak bisa meningkatkan keimanan dan tidak bisa mendekatkan diri kepada Allah.Naik turunya keimanan seseorang itu ada tandanya sebagaimana yang diisyaratkan dalam hadits Nabi SAW “Barangsiapa yang bergembira saat kebajikan dan bersusah dalam berbuat kejelekan,maka dia adalah orang mukmin” dan juga dalam sabda lain “sebagian tanda bagusnya Islam seseorang adalah ditinggalkanya sesuatu yang tidak bermanfaat “

KESUKARAN DAN KESULITAN ADALAH SIFAT DUNIA
“Jangan heran atas terjadinya kesukaran-kesukaran selama engkau berada di dunia,sebab ia tidak melahirkan kecuali yang layak atau asli menjadi sifatnya.”
Selama dirimu berada di dunia jangan heran akan terjadinya sesuatu yang meyulitkan dirimu,sebab segala sesuatu yang menyusahkan dirimu sudah menjadi sifat dunia tidak bisa lepas.
Rasulullah SAW.bersabda kepada Abdullah bin Abbas : Jika engkau dapat beramal karena Allah dengan rela dan keyakinan,maka laksanakanlah,jika tidak dapat maka bersabarlah.Maka sesungguhnya sabar menghadapi kesukaran itu suatu keuntungan yang besar.
  Junaid Al-Baghdadi ra. Berkata : Aku tidak merasa keji terhadap apa yang menimpa pada diriku,sebab saya telah berpendirian bahwa dunia ini tempat kerisauan dan ujian,dan alam ini diliputi oleh bencana,maka sudah selayaknya ia menyambut saya  dengan kesukaran dan kerisauan,maka apabila ia menyambut aku dengan kesenangan maka itu berarti suatu karunia dan kelebihan.
 Abdullah bin Mas’ud ra.berkata: Dunia adalah kerisauan dan duka cita,maka apabila terdapat kesenangan di dalamnya berarti laba dan keuntunganya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar